Tampilkan postingan dengan label Firman Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Firman Tuhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Februari 2014

Menang Atas Daging

*Yakobus 1:14
"Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri..."

Syalom saudara,
Setiap orang berhak memiliki keinginan, sebab itu adalah hak yang diberikan oleh Tuhan untuk kita, jadi, memiliki keinginan tidaklah salah, akan tetapi hal itu menjadi salah, apabila keinginan-keinginan kita bertentangan dengan Tuhan.
Manusia yang memiliki hak untuk bisa berkehendak, cenderung dipengaruhi oleh keinginan dagingnya sendiri yang menuju pada dosa, sebab keinginan daging memang lebih enak untuk dipenuhi daripada keinginan Roh, meskipun keinginan daging berujung pada maut. Karena itulah, kita sebagai anak-anakNya harus mampu untuk berubah, meskipun tidak bisa terjadi secara instan, tetapi yang terpenting adalah niat untuk beubah dan benar-benar memohon ampun pada Tuhan.
Galatia 5:24-25 mengatakan "Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah kita hidup kita juga dipimpin oleh Roh"
Sebagai milik Kristus, kita harus mampu melawan semua keinginan daging, apabila kita hanya sendirian melawannya, maka rasanya akan terasa sangat berat dan susah, serta ada kemungkinan besar jika kita akan kalah, karena itu mintalah bantuan dari Roh Kudus dan lihatlah teladan Tuhan Yesus, sebab Ia sudah memberikan contoh pada kita saat Ia menjadi manusia, Ia tidaklah takluk pada keinginan daging, misalnya saja pada waktu Tuhan Yesus dicobai di padang gurun dan pada waktu Ia berada dalam pergumulan hebat di Taman Getsemani sampai ke bukit Golgota.
Meski sebagai manusia kita tidaklah sempurna, tetapi kita harus mau untuk hidup di bawah naungan Roh Kudus, mintalah hikmat Tuhan untuk bisa membedakan mana yang menjadi suara kita dan mana yang menjadi suara Roh Kudus.

God Bless You
:)

Sabtu, 07 September 2013

Mengikut Tuhan (Dipanggil untuk Hidup Kudus)

1 Tesalonika 4:7
"Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar melainkan apa yang kudus"

Syalom saudara,
Sebelum memulai renungan ini, sudahkah saudara melihat ke diri sendiri, sudahkan kamu hidup kudus 100%?
Tidak ada orang yang kudus 100%, semuanya telah berbuat dosa entah itu disengaja atau tidak disengaja, tahu ataupun tidak diketahui, hidup manusia seperti mesin penghasil dosa, jika demikian, maka ayat di atas sangat susah dilakukan dong?
Menjadi orang Kristen yang tangguh dan kudus adalah gampang-gampang susah, kita tahu bahwa Tuhan kita adalah Maha Kudus, karena itu anak-anakNya pun harus kudus juga, jangan putus asa untuk hidup kudus, sebab Tuhan Yesus menghargai orang yang mau berusaha untuk hidup kudus.
Ketika kita masih berada di dunia ada beberapa hal yang harus diwaspadai dapat merusak kekudusan kita, yaitu:

  • Media
    Di sini media diartikan sebagai segala sesuatu yang menghubungkan antara orang yang satu dengan orang yang lain, contohnya mulut sebagai media berbicara dan menggosip dengan orang, atau media sosial online yang menyita waktu kita.
    Selama kita hidup, kita tidak akan lepas dari media, sebab kita adalah mahkluk yang harus berkomunikasi satu sama lain, karena itu waspadailah media yang akan kamu gunakan, usahakan hal-hal tersebut sesuai dengan kehendak Tuhan, sebelum memakai media untuk berkomunikasi mintalah hikmat Tuhan untuk bisa mengerti dan menggunakannya dengan bijak
  • Hormon
    Setiap orang pasti memiliki hormon, hormon yang dibahas di sini adalah hormon yang menyebabkan hawa nafsu, sebab orang yang tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya akan menjadi orang yang serakah dan buruk, cobalah minta pengendalian diri pada Tuhan apabila kamu merasa memiliki hawa nafsu yang berlebihan.
  • Pergaulan
    Lihatlah pergaulan di sekeliling kita, berhati-hatilah dalam memili pergaulan, sebab pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.
* 1 Tesalonika 5:6
"Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar"

God Bless You
:)

Jumat, 16 Agustus 2013

Mengikut Tuhan (Taat dan Patuh)

Amsal 13 : 13
"Siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan"

Syalom,
Pernakah saudara mendengar kalimat dari penggalan ayat di atas? Setiap orang yang taat kepada perintah Tuhan, pastilah mendapat balasannya, dan hal itu tidak hanya dalam urusan Gereja, bukankah dalam lembaga-lembaga sekolah maupun kerja juga menerapkan hal yang sama? Semua lembaga tersebut mengharapkan agar anggotanya bisa taat kepada perintah yang diberikan, apalagi Tuhan Yesus yang terlebih rindu untuk melihat ketaatan kita pada-Nya.
Sebagai orang yang mau mengikut Tuhan, kita harus mengetahui bahwa Tuhan telah memanggil kita dan telah memberi kita keselamatan, karena itu hendaklah kita menjadi taat dan patuh terhadap segala perintah Tuhan, janganlah memikirkan hidup di dunia saja, tetapi pikirkanlah juga kehidupan yang terjadi setelah di bumi ini, pertahankan tiket keselamatan yang telah diberikan Tuhan Yesus, tahukah saudara bahwa Ia memberikan keselamatan itu kepada semua orang? Ia memang memberikannya pada semua manusia, tetapi yang bisa benar-benar selamat adalah orang yang mau meresponnya dan mengikut Tuhan.
Terkadang kita sering terjepit dalam kondisi di mana rasanya sangat susah sekali untuk menaati firman Tuhan, misalnya saja saat sekeliling berbuat dosa, tentu saja kita akan tergoda untuk melakukannya, tetapi saudara, tetap usahakanlah untuk menjadi taat, karena upah yang besar sedang menanti kita di surga, ingatlah bahwa mata Tuhan melihat apa yang kau perbuat! Dan perbuatan taat akan menerima balasannya di surga nanti.
God Always With You :)

Kamis, 25 Juli 2013

Ketidaktaatan Membawa Murka Tuhan

Yunus 1
"... tetapi Yunus bersiap melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan..."

Syalom,
apakah anda orang percaya? Atau apakah anda orang yang suam-suam kuku saja?
Dari cerita Yunus ini, saya ingin menyimpulkan bahwa

  • Yunus = Kita sebagai orang percaya
  • Badai  = Murka Tuhan
  • Orang-orang Niniwe = Jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan

Seorang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, pastilah memiliki suatu misi penting di dalam hidupnya, yaitu sebagai pembawa kabar sukacita/keselamatan, sebagai pembawa kabar sukacita, terkadang kita tidak mau melakukannya karena berbagai hal, diantaranya adalah:

  1. Tidak ingin orang berdosa diselamatkan
    Kelihatannya kalimat ini terdengar sangat jahat, tetapi bagi sebagian orang, mereka tidak mau melihat musuh mereka turut dalam sukacita Tuhan, tentu saja hal ini tidak berkenan di hati Tuhan, karena Tuhan menyayangi semua orang.
  2. Kemalasan
    Sebagai pembawa kabar sukacita, terkadang iblis terus mengganggu kita dengan memberikan kita kemalasan yang luar biasa.

Dan masih banyak alasan-alasan lainnya untuk menolak panggilan Tuhan untuk membawakan kabar sukacita bagi sesama manusia,  sama seperti Yunus yang mengalami angin badai di saat menolak perintah Tuhan untuk menjadi pembawa kabar keselamatan, kita juga akan dihukum Tuhan dengan badai yang perlahan-lahan datang di kehidupan kita, Tuhan selalu punya cara untuk memasukkan badai atau teguran itu ke dalam kehidupan kita, meski tidak semua badai adalah teguran Tuhan, akan tetapi kita sebaiknya mulai introspeksi diri, apakah itu adalah cobaan ataukah murka Tuhan.
Apabila kita terus taat, maka kita bisa terus berjalan bersama Tuhan
God Bless You :)

Minggu, 02 Juni 2013

Penghakiman Terakhir

Matius 25 : 31-46
"Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang..."

Syalom,
Apa sih Penghakiman Terakhir itu? Penghakiman Terakhir adalah suatu masa di mana semua orang berdiri di depan takhta Anak Domba, tiada terkecuali, dari orang-orang tua bahkan sampai anak-anak kecil sekalipun, hal ini diawali dengan adanya kiamat dan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, lalu Ia akan menghakimi setiap orang menurut perbuatannya.

Pada waktu ini pula sebuah kitab lain akan dibuka, yaitu “kitab kehidupan” (wahyu 20:12). Kitab inilah yang menentukan apakah seseorang mewarisi hidup kekal dengan Allah atau menerima hukuman kekal dalam lautan api.



1. Senda gurau dan olok-olokan sudah berakhir. Bibir yang penuh kebohongan ditutup rapat-rapat. Peperangan dan hiruk-pikuk serta derunya pertempuran "yang berderap-derap dan setiap jubah berlumuran darah." (Yesaya 9:4).
2. Kepada mereka yang menolak kasih karuniaNya, tiada suara lain yang penuh dengan hukuman, yang penuh dengan celaan, dan pada suara yang sejak lama mengajak, "Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati?" (Yehezkiel 33:11).

Kali ini aku lebih menekankan bagaimana caranya menjadi domba, yaitu orang-orang yang berada di sebelah kanan Raja yang menerima kemuliaan kekal.
Dalam Matius 25:31-46:


  • Apakah domba itu?
-Anak-Anak Allah, yaitu anak-anak perjanjian dan keturunan Allah, bukan keturunan secara daging atau manusiawi, tetapi secara iman
-Anak-Anak Allah yang Patuh, tidak cukup hanya menjadi Anak-Anak Allah saja, sebagai Anak-AnakNya, hendaklah kita menaati segala firmanNya


  • Bagaimana menjadi domba :
- Hidup Memperhatikan Orang Lain, Untuk bisa menjadi domba, kita juga harus menerapkan segala perintah Tuhan di dalam hidup kita, hal ini bisa dimulai dengan satu langkah kecil, misalnya saja menjenguk dan mendoakan teman yang sedang sakit, kelihatannya sepele, meskipun kamu tidak akan pernah tahu bahwa hal itu sangatlah berarti jika kamu belum menghadap ke Penghakiman Terakhir, tetapi tetaplah lakukan hal itu dengan setia dan tulus

-Tidak Mengharapkan Imbalan, dalam ayat yang ke 37, dikatakan bahwa orang-orang benar itu tidak menyadari perbuatan benar mereka, tetapi sekalipun mereka lupa, Tuhan Yesus tetap mengingat segala perbuatan baik mereka. Itu artinya orang-orang benar tersebut tidak menginginkan balas jasa apa-apa untuk menolong dan memperhatikan hidup sesamanya

- Mempersiapkan Kedatangan Tuhan, dalam 2 Korintus 5:10 dikatakan bahwa semua orang pasti menghadap ke Penghakiman Terakhir, karena itu hendaklah setiap umat Tuhan mempersiapkan diri untuk menghadap yang Maha Kuasa

  • Apakah upah domba?
-Dalam ayat ke 34, dijelaskan bahwa upah dari orang-orang benar itu adalah Kerajaan yang menjadi bagian orang-orang benar itu yang telah disediakan sejak dunia dijadikan


God Bless You
:-)

Sabtu, 27 April 2013

Mengikut Tuhan (Mau menerima keselamatan)

Efesus 2:8
"... itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah"


Syalom,
Setelah kita tahu bahwa Tuhan sungguh memanggil kita, langkah berikutnya adalah mau menerima keselamatan yang daripadanya. Bukan hal yang susah kan? Langkah kita yang kali ini merupakan langkah mudah yang seringkali diabaikan oleh kebanyakan orang, padahal kalau dipikir dengan logika, siapa lagi yang nggak mau selamat? Tentu semua orang mau menerima keselamatan bukan? Lantas mengapa banyak orang yang belum selamat?
Untuk menjawab hal itu, kita perlu mengerti terlebih dahulu bahwa sebenarnya semua orang di dunia ini menerima keselamatan dengan dosis yang sama, tidak ada terkecuali! Dengan kematian Tuhan Yesus di kayu salib, ia membayar lunas seluruh manusia, bukan orang-orang tertentu saja, nah, keselamatan yang diberikan itu anggap saja sebuah tiket, tiket yang sangat berharga, apabila tiket tersebut dirawat dandirespon dengan baik, maka tiket tersebut masih akan utuh, sebaliknya, jika tidak direspon, maka tiket tersebut akan hancur.
Maka, semuanya itu tergantung dari respon kita masing-masing terhadap tiket keselamatan yang diberikan oleh Tuhan secara cuma-cuma, apakah kita mau merawatnya atau tidak meresponnya?

God Bless You
:)

Minggu, 03 Maret 2013

Mengikut Tuhan (Mengetahui Ia memanggil kita)


Lukas 5:31-32
"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit..."

Syalom,
Pernahkah kamu ke dokter? Apabila pergi ke dokter pasti pada waktu kondisi sakit, bukan waktu sehat, tentu saja kamu pasti sudah tahu maksud dari kata-kata "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib..." coba baca di ayat 32, "...Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa"
Nah, tentu kita harus sadar bahwa diri kita ini benar-benar berdosa, adakah di antara manusia ini mulai dari zaman awal hingga akhir tidak berdosa? Tentu semua berdosa kecuali Tuhan Yesus, bahkan seorang bayi pun berdosa, kok bisa? Hal ini disebabkan karena adanya dosa turunan dari Adam dan Hawa, dosa yang melekat pada daging dan diturunkan kepada generasi berikutnya sampai saat ini. Wujudnya? Dosa tersebut berwujud keinginan-keinginan daging yang sesat.
Setelah menyadari hal ini, tentu hal yang seharusnya dipikirkan adalah bagaimana cara masuk ke surga? Bukankah tidak ada pelita untuk menerangi jalan ke surga? Kalau asal jalan jangan-jangan nanti jatuh ke jurang! Karena itulah Tuhan Yesus datang ke dunia dan memanggil kita orang-orang berdosa ini, agar kita melihat cahaya yang diberikannya dan mendengar suara-Nya, setelah itu tidak cukup melihat dan mendengar, Ia mau agar kita turut mengikuti jalan yang ditunjukkannya itu, jalan keslamatan yang menuju ke hidup bahagia yang kekal. Percayalah Tuhan Yesus mengasihi dan menyelamatkanmu! Ingat menyelamatkanmu!!

God Bless You

Mengikut Tuhan


Matius 8:22
"Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati"

Syalom,
Tentu saja kita semua pernah mendengar kata-kata ini, karena ini adalah perkataan Yesus kepada seorang murid-Nya yang meminta izin untuk menguburkan ayahnya.
Nah, sebenarnya apa sih maksud dari kata-kata Yesus ini? Apakah Yesus tidak mengizinkan kita menguburkan orang-orang mati? Tentu saja tidak kawan! Yang dimaksud Tuhan Yesus pada saat itu adalah tentang orang-orang mati yang benar-benar fana, orang-orang duniawi yang tidak kekal adanya...
Tuhan Yesus bermaksud apabila kita hendak mengikut Tuhan, maka segala hal duniawi kita harus kita tinggalkan, tidak boleh ada satupun hal-hal duniawi yang mengganggu hubungan kita dengan Tuhan, bayangkan saja Tuhan Yesus itu kan Bapa kita, mengapa kita menjauh dari Bapa kita? Bukankah harusnya kita lebih dekat lagi kepada Tuhan?
Tetapi ingat kawan, iblis ada di balik pintu sedang mengamat-amati kita, ia benci apabila kita dekat dengan Tuhan, karena itu ia menggunakan hal-hal duniawi untuk menggoda kita. Dan melalui perkataan Tuhan Yesus tadi, Ia benar-benar merasa marah apabila kita lebih mengutamakan hal-hal duniawi daripada mengikut Tuhan.
"Biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka" biarkan semua dunia menguburkan hal-hal duniawinya, tetapi kita harus tetap teguh dan setia mengikut Tuhan Yesus.

God Bless You

Rabu, 02 Januari 2013

Di Saat Seorang Nabi Menyerah


 1 Raja-raja 19:4
“…'cukuplah itu! Sekarang, ya Tuhan, ambilah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik daripada nenek moyangku’”

Bacalah kisah nabi Elia dengan lengkap dan jelas! Masalah apakah yang kita temukan pada nabi Elia? Nabi Elia menghadapi banyak cobaan dengan menjadi nabi Allah, satu-satunya nabi yang masih hidup di zaman penyembahan berhala Baal di masa pemerintahan raja Ahab dan istrinya yang kejam Izabel. Hidupnya selalu dalam bahaya, selalu diburu, dan Elia merasa kalah dengan banyaknya jumlah nabi-nabi Baal serta besarnya kekuatan raja Ahab, Elia juga hampir menyerah karena hati orang Israel yang masih keras dan menyembah pada Baal. Sampai di suatu titik, ia menyerah dan ingin agar Allah segera menjemputnya.
Dalam renungan ini, sebenarnya yang ingin aku tekankan adalah bagaimana Allah tidak meninggalkan orang yang dipilih dan dikasihiNya, mungkin pada saat itu Elia benar-benar kelelahan dan putus asa, ia melupakan janji Allah yang akan selalu menyertainya, ia juga melupakan bagaimana nasib orang-orang Israel yang tidak turut menyembah Baal, Elia lupa bahwa ia dulu pernah ditolong oleh seorang janda Sarfat yang menjadi semakin percaya pada Tuhan, apa yang terjadi apabila Elia menyerah saat itu?
Sifat menyerah memang ada di setiap orang, sifat itu selalu menyerang dan selalu berusaha muncul setiap orang pada saat orang tersebut sedang melakukan sesuatu, tak bisa dihindari! Sifat menyerah bukanlah keputusan! Menyerah adalah pilihan, tetapi akankah kita memilihnya? Kita tidak akan bisa merasakan indahnya kemenangan apabila kita menyerah sekarang! Ingatlah bahwa Allah selalu menyertai kita!
Mungkin kita sering melihat banyak contoh dari orang-orang yang tampaknya tidak memiliki sifat menyerah, tetapi sebenarnya orang-orang tersebut sedang melawan dan menekan sifat menyerah yang ada dalam diri mereka, mereka tidak memilih untuk membiarkan sifat itu berkuasa atas mereka.
Israel pada saat itu benar-benar jatuh dan terpuruk dalam dosa penyembahan berhala Baal akibat perintah raja Ahab, semua tindakan dosa menjadi dibenarkan pada masa itu di bangsa Israel, tetapi apakah Allah melupakan umatNya? Tidak! Ia bahkan masih memberi dukungan kepada tujuh ribu orang yang tersisa(tidak turut menyembah Baal) Ia membuat agar ketujuh ribu orang tersebut tidak menyerah dalam menghadapi kehidupan, bayangkan tujuh ribu orang dalam satu Negara yang bisa-bisa berpenduduk satu juta jiwa! Mereka juga mengalami tekanan sama seperti yang dialami Elia, bahkan nabi-nabi yang masih ada pun turut diburu dan dibantai di depan mata umat pilihan Allah!

Alasan mengapa kita tidak boleh menyerah
Roma 11:2
“Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya…”

Sekalipun kita gagal bahkan jatuh terpuruk di dalam dosa, Allah tidak akan meninggalkan kita! Ia mengasihi semua manusia sekalipun manusia tersebut bahkan membenciNya, maka untuk apa kita menyia-nyiakan kasih Allah yang luar biasa? Sekali menjadi umat pilihanNya, maka Ia tidak akan menolak kita, Allah selalu mengingat kita.
Dalam hal Elia yang menjadi putus asa dan mengadukan Israel pada Allah, apa kata Allah? Allah mengingat tujuh ribu umatNya yang masih bertahan tidak menyembah pada Baal, Allah menguatkan kembali iman dan kepercayaan Elia, apa yang dilakukan Allah saat itu juga akan dilakukan Allah pada kita saat kita jatuh.
Dan dalam hal sisa umat pilihan Allah yang berjumlah tujuh ribu orang tersebut, Allah membuat mereka menjadi semakin kuat dan memberikan mereka pertolongan melalui nabi Elia.


Be Strong an Believe!

Semua Orang Dipanggil, Sedikit yang Dipilih


Ayat : Lukas 17:19; Matius 22:14
Lukas 17:19
“Lalu Ia berkata kepada orang itu: ‘Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau’”

Melalui ayat ini kuharap kita semua bisa disadarkan akan kehebatan dan kasih sayang Tuhan yang begitu luar biasa! Dan bagaimana kita melewatkannya begitu saja
Kalau kita membaca keseluruhan kisah dari ayat ke 11 sampai ke ayat 19, mungkin kita telah sering mendengar tentang kotbah ini, bagaimana kesembilan orang yang pergi meninggalkan keselamatan mereka begitu saja, Tuhan Yesus memang sudah menyembuhkan penyakit kusta kesepuluh orang yang awalnya menderita kusta tersebut, tetapi hanya satu yang diselamatkan! Antara disembuhkan dan diselamatkan jelas-jelas berbeda!
Kesepuluh orang kusta itu adalah orang-orang yang dipanggil Tuhan untuk diselamatkan, tetapi satu orang yang kembali dan mengucapkan terimakasih itu adalah orang yang dipilih untuk diselamatkan.
Saudara-saudari yang terkasih, kita adalah orang-orang yang percaya, maka kita disebut sebagai orang-orang yang terpilih, lalu siapakah yang dipanggil? Sesungguhnya Tuhan memanggil semua orang! Semua manusia telah Ia panggil untuk kembali dan menyembah serta percaya pada Tuhan Yesus, satu-satunya Juruselamat yang hidup! Semua orang tanpa terkecuali, tidak membedakan apakah orang tersebut sangat berdosa, atau tidak, apakah orang tersebut kaya atau miskin, semua menerima panggilan yang sama, semua manusia adalah orang-orang yang dipanggil Allah! Tetapi yang menjadi orang-orang yang dipilih Allah untuk diselamatkan tidak semua orang.

Matius 22:14
“Sebab banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih”

Dalam ayat ini juga ditekankan bahwa tidak semua orang yang dipanggil Allah adalah orang-orang yang dipilihNya, kisah di Matius dari ayat 1-14 memang berbeda dengan Lukas ayat 11-19, tetapi penekanan dalam  hal ini bisa dikatakan ada yang sama, yaitu mengenai siapa yang diselamatkan Allah

Bagaimana agar kita diselamatkan?
Pertanyaan inilah yang menjadi pertanyaan besar yang jawabannya berbeda tiap orang, jika kita hanya percaya bahwa Tuhan itu ada dan Tuhan itu Mahakuasa, maka kita tidak termasuk dalam orang-orang yang dipilih, melainkan kita diselamatkan karena Tuhan mengirimkan Roh Kudus untuk menggerakkan hati kita dan membangkitkan iman percaya kita, nah dengan iman tersebutlah kita diselamatkan!
Agar Roh Kudus datang, maka kita perlu berdoa sungguh-sungguh pada Tuhan dan didoakan, Tuhan mengasihi setiap manusia! Ingat, setiap manusia! Maka Ia sudah mengirimkan banyak rasul-rasul, nabi dan pendeta untuk kita, asalkan kita mau, maka Ia akan mengirimkan pula Roh Kudus ke dalam hati kita.

Pelihara imanmu!
Iman itu harus selalu kita jaga dan kembangkan, sebab apabila imanmu mati, maka kita bukan termasuk orang-orang yang dipilih! Menjaga iman dapat dilakukan dengan rajin berdoa dan semakin mendekat kepada Tuhan Yesus.


God always love you!

Minggu, 23 Desember 2012

Persembahan Natal yg Baik

Saat datang ke hadapan Tuhan Yesus di Bethlehem, orang-orang Majus dari Timur tidak datang dengan tangan hampa, mari melihat persembahan orang Majus ini dari sisi yang akan saya jelaskan:
1.Emas
Saya umpamakan emas adalah hati yang murni, anggaplah orang-orang Majus tersebut adalah saudara-saudari sekalian, apakah yang akan anda bawa ke hadapan Tuhan? Yang terbaik bukan? Orang-orang Majus tahu benar bahwa itu adalah Mesias, Juruselamat yang mereka nanti-nantikan, maka orang-orang Majus tersebut membawa persembahan yang sangat berharga pada masa itu, yaitu emas.
Sama seperti orang-orang Majus, sebagai anak-anak kesayangan Tuhan, tidakkah anda juga ingin memberikan hati anda sebagai persembahan di hadapan Tuhan? Sebab bagi Tuhan, tidak ada yang lebih berharga dibandingkan keselamatan jiwa anda, maka mulailah memberikan seluruh hati anda semurni mungkin bagi Tuhan

2.Kemenyan 
Kemenyan merupakan bau wewangian yang harum pada zaman itu, yang terbaik dan termewah dipersembahkan kepada Tuhan Yesus dari orang-orang Majus, coba lihatlah di Imamat 2:1b “…hendaklah persembahannya itu tepung yang terbaik dan ia harus menuangkan minyak serta membubuhkan kemenyan di atasnya” Kemenyan mari anggaplah sebagai penyembahan yang benar, sebab Tuhan sangat menyukai apabila anak-anakNya menyembahnya dengan benar, maksudnya adalah bersungguh-sungguh dalam menyembah Tuhan dan tidak memiliki pikiran lain apabila saudara-saudari datang sujud dihadapan Tuhan, sebab hal yang harus dipersembahkan anak-anak Tuhan setelah hati yang murni adalah ‘kemenyan’ lihat di Wahyu8:4 “Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah” Pada Perjanjian Lama, setiap korban sajian pada Tuhan haruslah diberi kemenyan, lihat di Imamat 2:5 “Haruslah kaububuh minyak dan kautaruh kemenyan ke atasnya; itulah korban sajian” maka dari ayat ini ada sebuah kesimpulan bahwa kemenyan merupakan hal yang sebenarnya dipersembahkan untuk Tuhan bukan untuk yang lain, persembahkanlah hati anda hanya kepada Tuhan.

3.Mur 
Dalam hal ini, setelah hati yang murni dan penyembahan yang benar, maka perlahan-lahan pasti terjadi kematian daging, yang dimaksud kematian daging adalah pada saat anak-anak Tuhan meninggalkan keinginan-keinginan daging yang merupakan dosa, sebab dari jiwa seseorang, tidak akan mungkin bisa 100% memancarkan kemuliaan Allah serta 100% memancarkan keburukan dosa, Tuhan tidak menerima dan tidak ingin jiwa anda sebagai anakNya terhilang akibat anda tidak meninggalkan keinginan daging.

 Tuhan memberkati

Selasa, 18 Desember 2012

Renungan Sejenak


          Kisah bagus yg dpt mengingatkan kita sbg seorang anak yg kadangkala
tidak menyadari apa yg shrsnya dilakukan. Satu per satu anakku, setelah menikah, pergi meninggalkanku. Sementara aku, sejak suamiku meninggal tiga bulan lalu, tetap tinggal di rumah besar kami di Tebet bersama dua orang perempuan yang sudah 22 tahun bekerja padaku, seorang sopir sekaligus tukang kebun, serta seorang keponakan suamiku yang kedua orangtuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat terbang.
          Suamiku sudah menyiapkan rumah untuk anak-anak kami, yang disewakannya kepada orang-orang. Setelah mereka menikah barulah ia memberikan kunci rumah-rumah itu. Ia membelinya saat memiliki jabatan tinggi di sebuah departemen dan memperoleh 'uang lain-lain' dari orang-orang yang mengharapkan langkahnya tidak terhalang sebutir kerikil pun. Ia melakukannya karena ingin anak-anaknya mengenang dia sebagai ayah yang bertanggung jawab.Suamiku meninggal akibat gagal jantung setelah 12 tahun pensiun. Sehari sebelumnya ia sempat berbicara kepadaku, telah merasa lengkap menjadi ayah karena melihat semua kejadian terhadap anak-anaknya: lahir, besar, bersekolah, menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi, bekerja, menikah, tinggal di rumah-rumah yang diberikannya,dan memiliki anak. Ia dimakamkan di sebuah pemakaman luas sesuai yang pernah ia pesankan.Hingga kini aku merasa ia masih ada di dalam rumah kami. Menjelang jam tujuh pagi, lima sore, sembilan malam, aku masih selalu pergi ke dapur, membuatkan secangkir teh manis untuknya. Anakku yang nomor satu rupanya mendapat cerita ini dari keponakan suamiku yang tinggal bersamaku. Maka tadi sore ia datang dan meminta aku tinggal di rumah besarnya di Ciputat.
Berkali-kali aku menolak, tentu karena aku merasa kasihan pada
mendiang suamiku, tapi ia tetap berkeras seperti ayahnya. Ia
mengatakan akan lebih mudah baginya untuk memantau dan mengurusku jika
aku tinggal bersamanya.

"Di kamar besar yang lain Mama bisa meletakkan semua buku milik Mama.
Kalau tetap di sini Mama akan terus bersedih. Biarlah rumah ini Suci
yang menjaga dan mengurusnya bersama Mbak Tar, Mbak Mi, dan Bang Ali."
Akhirnya aku menyetujui saja.Malam hari aku sering menangis mengingat suamiku. Sementara anak-anakku, selama dua bulan aku di sini, tidak pernah ada yang datang. Dan anakku yang nomor satu jarang sekali bertemu denganku. Ia pergi pagi ketika aku masih mengaji di kamar, dan pulang begitu malam ketika aku sudah tertidur.Dalam seminggu mungkin aku hanya bertemu dengannya dua atau tiga kali.
Bahkan bisa tidak sama sekali. Aku sering mengingat masa ketika mereka
kecil. Waktu itu setiap hari aku bisa bertemu mereka. Lalu ketika
mereka masuk perguruan tinggi dan bekerja, aku pun mulai jarang
bertemu. Lalu ketika mereka menikah dan tinggal di rumah-rumah yang
diberikan suamiku, memiliki anak dan sibuk dengan istri atau
suaminya,aku sudah tidak banyak berharap mereka akan mudah kutemui.
Sekarang apa yang aku dapat? Sebuah senyuman dan sapaan setiap pagi hari pun tidak. Terlebih kata terima kasih atas jerih-payahku melahirkan, mendidik,membesarkan, dan menyenangkan mereka. Aku tidak bermaksud meminta balasan. Tetapi bagaimanapun menurutku mereka seharusnya tahu diri dan tahu berterimakasih. Padahal sejak mereka kecil aku dan suamiku selalu mengajarkan untuk tidak melupakan kebaikan seseorang.
Anakku yang nomor satu, hari ini memutuskan mengirimku ke sebuah panti
jompo, setelah istri dan ketiga anaknya sering mengeluhkan aku yang
selalu menangis tengah malam ketika aku teringat suamiku, karena
katanya mengganggu tidur mereka. Dua minggu lalu ia mengundang
adik-adiknya datang. Ketika semua berkumpul, kecuali anakku yang nomor
empat yang tinggal di Australia, ia memberitahukan keinginannya.
"Lagipula Mama tidak mungkin kita biarkan kembali ke Tebet. Terlalu
banyak kenangan tentang Papa di sana yang bisa membuat Mama sedih."

Dua bulan lagi umurku 68 tahun. Setelah satu tahun aku di tinggal sini, hanya Lebaran lalu saja anak-anakku datang. Sementara si Tar, si Mi, si Ali, serta keponakan suamiku yang pernah delapan tahun tinggal bersamaku, hampir setiap akhir pekan menjengukku.
Hari itu semua anakku datang bersama suami, istri, dan anak-anak
mereka. Hanya yang nomor empat tidak datang, karena katanya uang
jutaan rupiah untuk membeli tiket pesawat bagi tiga orang ke Jakarta
lebih baik disimpannya di bank. Ia hanya mengirim kartu Lebaran
disertai tulisan dan tanda tangannya.
Sedangkan cucu pertamaku memilih pergi ke rumah kekasihnya. Katanya
karena ia segan. Ingat, segan. Segan bertemu neneknya. Padahal dahulu
aku yang sering membersihkan kotorannya dan mengganti popok bila ia
datang ke rumahku bersama orangtuanya. Lalu hingga kini tidak pernah
lagi mereka datang.Hanya anakku yang nomor satu yang selalu mengirim ini dan itu kepadaku, biasanya berupa buku-buku terbaru psikologi, filsafat,sejarah, sastra, agama, sosial, seni, budaya, tentu saja, melalui sopirnya.Setiap pukul 04.30 aku bangun, mandi dengan air hangat yang keluar dari pancuran di bath-tub, sholat subuh, dan mengaji. Di sini kami seperti di rumah sendiri. Bangun jam berapa saja kami berkeinginan.
Sarapan dan makan pun bebas memilih. Anak-anak telah membayar sangat
tinggi untuk menitipkanku di sini. Aku jadi teringat masa ketika
indekos ketika aku belajar psikologi.
Hanya kini aku tidak tinggal bersama gadis-gadis cantik dan tidak
untuk menuntut ilmu apa-apa. Hanya menunggu ajal.
Tepat pukul 06.00 kami yang sudah bangun dianjurkan berkumpul di
halaman depan untuk berolahraga. Cukup tiga puluh menit sekadar untuk
meregangkan otot-otot tua kami. Setelah itu kami diminta untuk
membersihkan diri,mandi pagi lagi kalau mau. Pukul 08.00 biasanya kami
akan berkumpul di ruang makan untuk sarapan. Mereka yang bangun
terlambat dan tidak ingin berolahraga dan tidak ingin sarapan di ruang
makan, bisa meminta petugas mengantarkan sarapannya ke kamar.
Setelah itu hingga pukul 16.00 kami dipersilakan melakukan kegiatan
apa saja sesuai keinginan: merajut, melukis, menulis surat untuk
anak-anak kami, bermain catur, berkebun, membaca, menonton
TV,mendengar radio, berbincang-bincang dengan teman-teman lain, atau
tidur siang.Dan setiap pukul 16.30 kami biasanya akan duduk-duduk di
teras panti sambil menikmati secangkir teh manis dan kue-kue kecil.
Setelah itu kami diminta untuk mandi sore. Pukul 19.00 kami kembali
berkumpul di ruang makan. Malam ini aku menikmati segelas air teh
manis hangat, nasi putih, perkedel kentang, dan semur ikan bandeng
dengan kuah kental kesukaanku. Hari ini tepat tiga tahun aku masuk
panti.Aku, karena sejak muda mempunyai kegemaran membaca, setiap hari selalu hanya membaca. Apa saja aku baca. Majalah berita, koran pagi, tabloid perempuan, dan majalah perempuan yang dilanggani panti, tidak pernah kulewatkan, juga buku-buku di perpustakaan. Selama lima tahun di sini,aku sudah membaca semua buku yang ada di sana, dan tentu saja puluhan lainnya kiriman anakku yang nomor satu.
Hari ini aku membaca sebuah buku filsafat. Sudah dua hari aku
membacanya,dan tampaknya hari ini pun belum akan selesai. Padahal
ketika muda dahulu satu buku tebal kubaca hanya dalam waktu satu hari,
dan buku sedang cukup setengah hari saja. Setelah tua aku menjadi
mudah letih dan mengantuk. Kemarin aku sulit sekali meneruskan buku
itu. Aku tiba-tiba saja kembali memikirkan suamiku dan juga umurku yang sudah semakin tua. Aku tahu aku tidak akan lama lagi di sini. Teman-teman sebayaku semasa di perguruan tinggi, sudah banyak yang tiada.
Dulu aku memiliki ratusan buku yang kubeli sejak umurku belasan tahun.
Sebelum tinggal di sini, aku ingat jumlahnya sekitar 524 buah.
Tersimpan rapi di perpustakaan pribadi di rumahku. Aku percaya anakku
yang nomor tujuh akan menjaga buku-buku itu. Kebetulan ia mempunyai
kegemaran yang sama denganku, meski sebenarnya keenam anakku yang
lain, serta suamiku, juga memiliki kegemaran yang sama. Hanya saja
karena ia yang paling banyak menghabiskan waktu bersamaku maka aku
percaya ia akan menjaganya. Ketika masih tinggal bersamaku hampir
setiap awal bulan ia menemaniku pergi ke toko buku, membeli buku-buku
kegemaranku. Kebetulan aku paling menyukai buku psikologi, karena ilmu itulah yang mampu membuatku tertarik masuk kesebuah fakultas hingga menyelesaikannya.
Tetapi sudah sepuluh tahun ini aku tidak melakukannya. Meski
berkeinginan, namun semuanya kini hanya ada di dalam angan-angan dan
kenangan-kenanganku.Untunglah anakku yang nomor satu selalu mengirimkan buku-buku kegemaranku terbaru.Jadi aku tidak terlalu mengharapkan buku-buku di perpustakaan panti yang hanya beberapa puluh saja. Ketika minggu kedua tinggal di sini pernah kutanyakan kepada petugas, mereka hanya menjawab,
"Uang panti tidak cukup, Nyonya."
"Bukankah anak-anak kami sudah membayar sangat tinggi untuk menitipkan
kami di sini? Jadi bagaimana mungkin tidak cukup?"
"Saya hanya petugas, Nyonya. Urusan uang ketua yayasan yang mengatur.
Lagipula Bapak pernah mengatakan orang-orang tua di sini tidak terlalu
suka membaca."
"Begitu? Bagaimana dia tahu?"
"Bapak memang jarang datang ke sini, Nyonya. Maklumlah usaha Bapak
tidak hanya panti ini."
"Saya punya banyak buku di rumah. Boleh saya menyumbangkannya?"
"Dengan senang hati, Nyonya.

Tetapi ternyata anakku yang nomor tujuh tidak memperbolehkannya. Di
telepon ia mengatakan buku-buku itu terlalu berharga karena ada yang
sudah berumur puluhan tahun dan sudah tidak beredar di pasaran. Ketika
kukatakan buku-buku itu akan lebih berharga jika dibaca orang lain, ia
tetap tidak memperbolehkannya. Katanya karena ia membaca pula
buku-buku itu. "Lagipula anggaplah sebagai warisan yang Mama berikan
untukku."Anak-anakku, mereka tidak pernah puas hanya menerima.

Dua hari lalu umurku 79 tahun. Aku tahu tidak akan lama lagi di sini.
Hingga malam, ketujuh anakku tidak ada satu pun datang atau sekedar
menelepon. Hanya datang si Tar, si Mi, si Ali, serta keponakan suamiku
yang pernah delapan tahun tinggal bersamaku.
Baru hari ini anakku yang nomor satu mengirim kado berisi selimut
tebal dan kartu ucapan buatan pabrik. Kado itu diantar seorang
sopirnya. Ingat, sopir. Dia tidak bisa datang, kata sopirnya, karena sibuk bekerja. Ingat,sibuk.Sekali lagi ingat, sibuk.
Padahal dahulu ketika masih tinggal bersamaku,aku selalu menyiapkan masakan istimewa buatanku di hari ulang tahun mereka dan merayakannya
bersama-sama.Bila tahu akan seperti ini, demi Tuhan, aku tidak bersedia melahirkan mereka. Dan aku tahu, suamiku, pasti menyesal telah menghidupi mereka..........



(dapat dari seseorang)

Sumpah


“Sumpah demi Tuhan aku nggak melakukannya” “Sumpah demi Tuhan aku melihat dia melakukannya” “Sumpah demi ayahku itu nggak terjadi” dan berbagai-bagai kata sumpah lainnya tentu sering anda sekalian dengar atau terkadang diucapkan tanpa sadar, mungkin secara tidak sengaja seperti “Sumpah lucu banget!” dan hal itu terkadang menjadi kata-kata di kalangan remaja saat ini.
Sebenarnya, sumpah itu tidak boleh diucapkan dengan sembarangan, demi apapun juga, sumpah tidak boleh dilakukan karena selain terkadang sumpah itu salah, manusia tidak berhak menyumpahi apapun, hal itu tertulis dalam perjanjian baru di kitab Matius 5:33-36 bahwa Tuhan Yesus melarang keras umatNya untuk bersumpah demi apapun. Manusia tidak berkuasa atas apapun di bumi ini jika bukan kehendak Tuhan, di dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa manusia bahkan tidak berkuasa untuk memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun. Dalam kehidupan sehari-hari, bahkan untuk bernafas saja manusia tidak memiliki kuasa sedikitpun atas hal itu
Dalam perjanjian lama, telah terjadi banyak sumpah yang mencelakakan, contoh saja sumpah Yefta kepada Tuhan, Hakim-hakim 11:29-40 yaitu ia bersumpah bahwa yang ia lihat pertama kali saat pulang ke kotanya usai berperang, akan ia persembahkan kepada Allah, dan... anak perempuan satu-satunya lah yang menyambutnya dengan tari-tarian di pintu gerbang, maka, mau tak mau Yefta harus mengorbankan anaknya tersebut kepada Allah.
“Jadi sebelum bersumpah, apakah hendaknya saya berfikir terlebih dahulu?” TIDAK!! Lebih tepatnya adalah kita tidak boleh bersumpah demi apapun juga meski itu demi barang kepunyaanmu sendiri, karena Alkitab telah jelas menuliskannya. Jika ya hendaklah kamu katakana ya jika tidak hendaklah kamu katakana tidak, selain itu berasal dari si jahat.


Tuhan memberkati

Kamis, 13 Desember 2012

Natal Tahun Ini


Pernahkah kamu membayangkan suatu perayaan yang besar dan megah tetapi tak berarti apa-apa? Cuma kesenangan fana yang dengan mudahnya berlalu, segala senyum dan tawa hanya sesaat dan tak berarti apa-apa?
Well, nggak usah jauh-jauh, lihat sajalah Natal, begitu megah, begitu meriah dan dekat sekali dengan perayaan tahun baru sehingga tambah meriah, tetapi adakah arti dari semua hal itu?? Memang ada, tetapi apakah selama ini kamu menyadari arti Natal yang sesungguhnya? Ataukah hanya berpesta bersama?
Beberapa orang, sebenarnya kebanyakan orang merayakan Natal hanya sebagai sebuah pesta meriah bersama teman atau keluarga dan tidakkah mereka sadar bahwa itu hanyalah hiburan tambahan?
Bahkan terkadang bagi beberapa orang, Natal adalah momen bagi seseorang yang bernama Santa Claus, dan mereka hanya mengingini hadiah yang dibagi-bagi oleh Santa Claus-Santa Claus palsu di berbagai toko atau swalayan, padahal awalnya Santa Claus itu adalah tokoh palsu yang digunakan untuk menghibur anak-anak.
Mungkin, jika seseorang bertanya padamu apa arti Natal yang sesungguhnya, tentu kamu akan menjawab bahwa Natal adalah perayaan kelahiran Tuhan Yesus Kristus di dunia, tetapi tanpa sadar kamu sibuk dengan perayaannya, dengan segala pesta yang ada, atau mungkin kamu akan beralasan bahwa kegiatan yang kamu lakukan menjelang Natal adalah pelayanan, tetapi selidikilah dirimu berkali-kali, benarkah kamu ingat dan merayakan Natal dengan arti yang sesungguhnya?
Untuk lebih mudahnya nih, ingatkah kamu perayaan Natal waktu kamu kecil dulu? Apa yang kamu ingat saat itu dan apa yang paling kamu tunggu-tunggu saat Natal tiba? Hadiah? Permainan? Pesta? Bandingkan dengan dirimu sekarang, jadilah jujur akan pertanyaan yang sama tersebut, apakah yang kamu tunggu saat Natal tiba?
Natal bukan waktu untuk bersedih,  tetapi juga bukan waktu untuk berpesta pora sampai lupa segalanya, mungkin kamu memiliki kenangan buruk saat Natal, tetapi hal itu jangan sampai merusak kegembiraan Natalmu, sebab Natal bukan hari yang sembarangan, Natal adalah perayaan untuk Tuhan.
J

Jesus always love you!!

Minggu, 09 Desember 2012

Ia Mau Lahir di Hati Kita


Lukas 2:7

“…dibaringkannya di dalam palungan…”

Hal ini tentu tidak asing bagi orang-orang Kristen, pada saat Tuhan Yesus turun ke dunia, Ia dilahirkan di dalam kandang domba, bukan penginapan atau rumah sakit yang mewah-mewah.
Mari kita coba pahami lebih mendalam lagi, bukankah bisa saja Tuhan membuat tempat-tempat penginapan itu menjadi kosong? Mengapa Ia lebih memilih lahir di kandang domba?
Sebenarnya Tuhan sedang menunjukkan bahwa Ia mengasihi semua manusia, Ia mau lahir di tempat yang kotor. Bukankah hati kita juga kotor? Mungkin kita tidak menyadarinya, tetapi setiap manusia membawa “gen” dosa dari Adam dan Hawa, sehingga tidak ada satu orangpun yang hatinya benar-benar bersih, bahkan seorang bayi sekalipun sudah berdosa sejak dalam kandungan.
Tuhan hendak menunjukkan bahwa sekotor apapun hati kita, Ia mau hadir di sana dan menyucikannya kembali demi keselamatan kita, asalkan kita mau diubahkan oleh Tuhan, maka Tuhan akan hadir di hati kita.

“…karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan”

Hal ini juga menunjukkan kepada kita bahwa sesungguhnya tidak ada tempat bagi Tuhan di hati kita sebelum kita bertobat.
Semua tempat di hati kita penuh dengan dosa, penuh dengan kata-kata kotor, penuh dengan hawa nafsu dan kita tidak sedikitpun mengindahkan Tuhan sehingga kita meletakkan Tuhan dalam posisi yang sempit dan kotor.
Tidakkah kita menyayangi Tuhan yang terlebih dulu mennyayangi kita? Ia tidak meminta banyak hal, sebab Ia adalah pencipta langit dan bumi, Ia hanya meminta agar kita mau menerima Dia dan memberikan-Nya seluruh tempat di hati kita.
J


God Bless You

Sabtu, 08 Desember 2012

Belajar dari Apolos


Kisah Para Rasul 12:24-28

“…seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Alexandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci”

Pernah mendengar kisah Apolos?
Mungkin tidak lagi mengherankan bahwa Apolos mahir dalam soal-soal Kitab Suci, sebab ia adalah seorang Yahudi, bangsa pilihan Allah dan kebanyakan kegiatan orang Yahudi  setiap harinya adalah meneliti Kitab Suci, tidak terkecuali Apolos, meskipun berasal tidak dari Yerusalem, tetapi garis keturunannya (Yahudi) tidak pudar dalam hidupnya.
Apalagi Tuhan memberi Apolos talenta lebih yaitu fasih dalam berbicara

“Ia sudah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan”

Kebanyakan orang Yahudi sangat menentang orang-orang yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias, sebab menurut mereka, Yesus hanyalah anak tukang kayu dan mereka sangat iri pada-Nya. Orang-orang Yahudi meskipun sehari-harinya selalu meneliti Kitab Suci, tetapi mereka memiliki pengertian yang berbeda-beda dan mereka lebih dikuasai haw nafsu dunia dibandingkan kehendak Tuhan.
Apolos adalah salah satu contoh orang Yahudi yang percaya akan kebenaran Yesus Kristus sehingga hidupnya dapat berguna bagi kemajuan pemberitaan Firman Tuhan, hal ini dapat dilihat dari perbuatan-perbuatan yang dilakukan Apolos, ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.
Dengan talentanya dalam berbicara, Apolos tidak pasif melainkan aktif dalam mendukung kemajuan pemberitaan Firman Tuhan, ia tidak memendam talentanya dan tidak menggunakannya hanya untuk kepentingan dirinya saja.
Bagaimanakah dengan anda? Belum terlambat untuk berubah! Selama kita hidup, kita masih diberi kesempatan untuk berubah, berubahlah menjadi yang lebih baik, bagi yang awalnya talenta masih dipendam, keluarkan talenta tersebut dan gunakan untuk memuliakan nama Tuhan, sebab Tuhan memberikan talenta pada manusia bukan untuk dipendam melainkan untuk dikembangkan.
Kenapa harus disimpan sendiri padahal talenta yang anda miliki sangat berguna bagi pemberitaan Firman Tuhan?
Contohlah Apolos yang mau mengembangkan talentanya dan menggunakan talentanya bagi kemajuan pemberitaan Firman Tuhan.
Siapkah anda untuk mengembangkan talenta?

“…tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes”

Pada awalnya, Apolos belum seutuhnya mengenal Jalan Tuhan, meski ia sudah menerima Jalan Tuhan, maka Priskilia dan Akwila membawa Apolos ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan Jalan Tuhan pada Apolos sampai Apolos benar-benar paham.
Dari hal ini anda diajarkan tentang dua hal,
1.      Yang pertama, Apolos mau belajar dan belajar lagi untuk mengembangkan talentanya demi kemuliaan nama Tuhan.
Talenta tidak selalu harus sesuatu yang luar biasa, sebab penilaian manusia adalah berbeda-beda. Setiap talenta selalu luar biasa, yang membedakan adalah cara pandang anda dan kemauan anda terhadap talenta tersebut. Apakah anda juga mau untuk belajar mengembangkan talenta yang anda miliki?
2.      Yang kedua, Priskilia dan Akwila merupakan contoh yang harus ditiru dalam kehidupan orang Kristen, sebab mereka mau mengajarkan pada Apolos secara teliti tentang jalan Tuhan.
Sebagai anak-anak Tuhan, apakah kita sudah peduli pada saudara seiman kita? Apakah kita sudah menjadi peka apabila mereka membutuhkan bantuan dalam pengenalan akan Kristus?
Jika kita mengetahui ada saudara kita yang membutuhkan bantuan dalam pengembangan talenta dan pengenalan akan Kristus, sementara kita sudah benar-benar paham, kita tidak boleh segan-segan untuk menolongnya



Tuhan Memberkati

Senin, 03 Desember 2012

Hal yang Diingini


Yakobus 4:2-3

“Kamu mengingini sesuatu tetapi kamu tidak memperolehnya…”

Kecewa dan menolak Tuhan, merupakan salah satu hal yang sering terjadi akhir-akhir ini, kenapa? Kebanyakan orang yang menjadi kecewa dan akhirnya menolak Tuhan adalah orang yang mengingini sesuatu, tetapi Tuhan tidak mengizinkan orang itu memperolehnya.
Kenapa manusia tidak memperoleh yang diingini? Dalam Yakobus 4:2 disebutkan bahwa manusia telah melakukan segala sesuatu untuk mendapatkan hal yang diingini tetapi manusia tidak berdoa, maka Tuhan tidak memberikan apa yang diingini oleh manusia lihat di Yohanes 15:7 “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya”

“…karena kamu salah berdoa…”

Mengapa manusia tetap belum menerima apa yang diingini? Dalam Yakobus 4:3 dikatakan bahwa karena manusia salah berdoa, doa yang dikabulkan Tuhan adalah doa yang sungguh-sungguh dan doa yang benar, bukan doa yang menuruti hawa nafsu manusia.
Misalnya, seseorang mendoakan musuhnya celaka, maka Tuhan tidak akan mengabulkan doa tersebut.


God Bless You J

Mukjizat di Kana


Yohanes 2: 1-11

“Yesus dan murid-muridnya diundang juga ke perkawinan itu”

Bagaimana mukjizat bisa terjadi di Kana? Mukjizat terjadi akibat kehadiran Tuhan Yesus yang datang.
Bagaimana mukjizat bisa terjadi pada hidup kita? Mukjizat terjadi akibat kehadiran Tuhan Yesus yang kita undang masuk ke dalam kehidupan kita, jika kita tidak mengundang-Nya, maka tidak akan pernah terjadi perubahan dan mukjizat dalam kehidupan kita, mau mengundang Tuhan Yesus masuk ke dalam kehidupan kita? Beberapa hal yang harus dilakukan agar Tuhan Yesus hadir di hidup kita adalah:
1.     Mengasihi-Nya
2.     Berdoa dengan sungguh-sungguh
3.     Merawat dan menjaga kekudusan kita
4.     Menaati segala perintah-Nya
Setelah melakukan keempat hal di atas, maka tunggulah sampai Tuhan memberikan mukjizat-Nya padamu! Nah, terkadang antara mukjizat Tuhan dengan kuasa lain hampir sama jika hanya dilihat sekilas, tetapi ada beberapa tanda yang sangat membedakan kedua hal ini dan kamu harus tahu untuk bisa membedakan apabila kuasa Tuhan yang bekerja ataukah kuasa lain yang bekerja.
Hal yang akan kamu rasakan apabila itu kuasa Tuhan:
1.     Menjadi lebih akrab dengan Tuhan
2.     Hidup menjadi dipulihkan dan merasakan kehadiran Tuhan dengan lebih baik

God Bless You J

Selasa, 27 November 2012

Doa

Markus 14:38

"Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan..."

Sesungguhnya hal itulah inti dari semua doa yang dipanjatkan manusia kepada Yesus Kristus, dan tentu semua hal atau rancangan-rancangan yang baik pasti diberikan kepada kita, tetapi Ia menunggu kita untuk berbicara pada-Nya sehingga terjalin komunikasi yang baik.
Mungkin pada saat berdoa atau pertama kali berdoa, tidak merasakan kehadiran Tuhan adalah kesalahan yang fatal, pada saat kita berdoa, Ia sesungguhnya mendengar apa yang menjadi seruan hati kita.
Bersabarlah dalam menanti jawaban itu, karena segalanya memerlukan proses.

Yudas 1:20

"... bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci..."

Janganlah kita menjadi malas berdoa akibat ketagihan main barang-barang duniawi, melainkan kita harus rajin berkomunikasi dengan Tuhan!
Dengan doa segala sesuatu yang akan kita lakukan pasti menjadi lebih baik daripada tidak berdoa! Yakinilah bahwa setiap doamu telah didengar dan sedang dijawab oleh Tuhan

Doa orang benar besar kuasanya


Remember, Jesus Loves You!

Nasihat

Ibrani 13:1-25

Tuhan berfirman bahwa ia tidak akan meninggalkan kita, hal itu memang benar! Tuhan selalu menyertai dan mendukung kita dari belakang, tetapi bukan berarti kita menjadi sok dan tidak mau mengikuti aturan yang berlaku.
Beberapa orang Kristen menyepelekan aturan-aturan yang berlaku dan menjawab bahwa mereka anak Tuhan yang selalu disertai Tuhan sehingga tidak perlu mengikuti aturan yang ada dan tidak perlu bekerja keras.
Hal itu jelas-jelas salah, selama aturan yang ada tidak melanggar hukum Allah, maka aturan tersebut tidak boleh diabaikan apalagi dilanggar, nah dengan demikian, nama Tuhan Yesus bisa dipermuliakan, daripada menjadi batu sandungan bagi orang.

God Bless You